Haruskah kita mengharapkan para nabi zaman modern untuk menciptakan ajaran-ajaran baru?
Read Time: 2 min

Nabi-nabi akhir zaman yang sejati tidak akan menciptakan ajaran baru. Rasul Yohanes menegaskan bahwa orang-orang yang menambahkan atau mengurangkan kebenaran Kitab Suci tidak dipimpin oleh Allah. Setiap ajaran yang tidak selaras dengan Firman Allah harus secara otomatis ditolak. Alkitab adalah sumber segala ajaran, landasan kebenaran kita yang kokoh. Yesaya memperingatkan, “Kembalilah kepada hukum dan kepada kesaksian! Jika mereka tidak berbicara sesuai dengan firman ini, itu karena tidak ada terang di dalam diri mereka” (Yesaya 8:20).
Seorang nabi sejati mirip dengan bulan, yang memantulkan cahaya matahari. Nabi-nabi Allah tidak meninggikan diri mereka sendiri, tetapi menunjuk orang lain kepada Tuhan dan mendorong orang untuk berjalan lebih dekat dengan Yesus. Mereka tidak mengalihkan perhatian pada diri mereka sendiri, melainkan pada Alkitab. Mereka seperti cahaya-cahaya kecil yang menunjuk orang kepada cahaya kebenaran yang lebih besar dalam Firman Allah. Terkadang mereka mengungkapkan pemahaman yang lebih dalam tentang doktrin Alkitab yang jelas pada masa tertentu. “Sesungguhnya, Tuhan Allah tidak melakukan apa pun, kecuali Ia mengungkapkan rahasia-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi” (Amos 3:7).
Para nabi Allah sepanjang masa telah membantu melindungi umat-Nya dari fanatisme, penipuan, dan kebodohan rohani. Mereka telah memberikan pesan-pesan langsung kepada mereka yang telah berpaling dari Tuhan, menegur, menasihati, dan membimbing mereka. Elia menghadapi para nabi Baal. Natan menantang Raja Daud. Para nabi membantu mengarahkan gereja mula-mula.
Yohanes Pembaptis mempersiapkan orang-orang untuk kedatangan pertama Yesus. Demikian pula, para nabi Allah pada hari-hari terakhir akan membantu orang-orang memahami nubuat-nubuat akhir zaman yang menandakan bahwa Kristus akan segera datang. Pesan-pesan mereka selalu selaras dengan Alkitab.