Kerabat yang Sudah Lama Hilang
Read Time: 2 min

Perang antara Korea Utara dan Korea Selatan telah memisahkan sebagian orang selama 67 tahun. Pada suatu saat, 39.000 warga Korea Selatan telah mendaftar ke program Palang Merah yang memfasilitasi reuni keluarga.
Meskipun kita berbeda dari para malaikat, kita memiliki satu kesamaan utama dengan mereka: Kita sama-sama diciptakan oleh Allah yang sama. Namun, dosa telah memisahkan kita dari mereka, dan interaksi langsung antara manusia dan malaikat jarang terjadi. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh masalah dosa.
Namun, melalui kematian Kristus, masalah dosa telah dikalahkan. Kematian-Nya memulai penghapusan hambatan terakhir antara kita dan malaikat-malaikat yang kudus. Rasul Paulus mencatat bahwa Allah akan “merekonsiliasi segala sesuatu kepada diri-Nya, melalui Dia, baik yang di bumi maupun yang di surga, dengan membuat damai melalui darah salib-Nya” (Kolose 1:20).
Hari ini, malaikat-malaikat ada di sekitar kita, setiap saat. Namun, penghapusan dosa—yang akan dijelaskan lebih lanjut dalam pengajaran tentang bait suci—membuka jalan bagi kita untuk melihat dan berbicara dengan malaikat-malaikat ketika Kristus datang. Ini berarti bahwa kematian Yesus berdampak pada setiap makhluk di alam semesta!
Melalui pengorbanan pusat dalam rencana keselamatan, para malaikat dapat melihat kebijaksanaan Allah. Mereka tergerak untuk menyembah Yesus ketika kematian-Nya mengungkapkan kasih dan kebijaksanaan-Nya yang besar. Hal ini menghasilkan persatuan kembali dalam penyembahan kepada Pencipta kita yang sama. Alkitab mencatat momen itu ketika “di dalam nama Yesus setiap lutut harus bertekuk, baik di surga, maupun di bumi, maupun di bawah bumi, dan setiap lidah harus mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan, untuk kemuliaan Allah Bapa” (Filipi 2:10, 11).
Terapkan:
Cobalah untuk menjalin kembali hubungan dengan kerabat jauh.
Pelajari Lebih Dalam:
1 Petrus 1:12; Lukas 15:7; Ibrani 2:7