Apakah Paulus mengajarkan bahwa kita memiliki roh yang terpisah dari tubuh kita?
Read Time: 2 min

Manusia adalah makhluk yang sangat kompleks dan diciptakan dengan luar biasa. Terkadang, untuk memahami berbagai aspek keberadaan kita, kita membicarakan bagian-bagian yang berbeda dari diri kita. Rasul Paulus melakukan hal ini ketika menjelaskan bagaimana karya pengudusan Allah bekerja “secara menyeluruh” atas “seluruh” keberadaan kita. Untuk menggambarkan betapa besarnya bagian hidup kita yang disentuh oleh Tuhan, ia berbicara tentang “roh, jiwa, dan tubuh.”
Kata Yunani untuk “roh” yang digunakan di sini adalah pneuma, yang berasal dari kata “nafas.” Kata ini digunakan tidak hanya untuk menggambarkan kehidupan seseorang (Lukas 8:55), tetapi juga pikiran dan kecerdasan kita. Perhatikan bagaimana Paulus menulis, “Roh itu sendiri bersaksi bersama roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah” (Roma 8:16). Roh Kudus berbicara kepada pikiran kita dan membagikan kebenaran kepada kita.
Kata “jiwa” dalam bagian ini berasal dari kata psuche, yang menjadi asal kata psikologi. Lebih dari sekadar pikiran-pikiran cerdas kita, kata ini tampaknya berbicara tentang emosi dan keinginan kita. Hari ini kita mungkin menggunakan kata “hati” untuk menggambarkan konsep ini. Ini lebih berkaitan dengan perasaan dan bahkan insting daripada sekadar berpikir. Bagian hidup kita ini juga disentuh oleh Roh Kudus dan di sinilah Daud menginginkan hukum Allah dituliskan (Mazmur 40:8).
Bahkan “tubuh” kita pun penting bagi Allah, daging dan tulang kita. Ketika Tuhan bekerja pada pikiran kita, kita tidak lagi dipengaruhi oleh sifat rendah kita. Kita ingin merawat seluruh keberadaan kita demi kemuliaan-Nya (1 Korintus 6:19, 20). Namun, bagian-bagian ini tidak ada secara terpisah, sama seperti mencoba mengambil otak seseorang dari tengkoraknya dan meletakkannya di samping.
Pesan dari bagian ini bukanlah untuk menekankan bagian-bagian yang berbeda dari diri kita sebagai hal-hal yang terpisah, melainkan pekerjaan Allah atas seluruh diri kita. Kita tidak ada dalam entitas yang terpisah dan Roh Kudus juga tidak tertarik untuk hanya bekerja pada satu aspek kehidupan kita. Allah bekerja secara menyeluruh!