Cukup Sebuah Percikan
Read Time: 2 min

Ini hanyalah sebuah legenda, namun kisahnya sepertinya terlalu menarik untuk dilupakan: Seekor sapi di kandang milik Ny. O’Leary menendang sebuah lentera, dan percikan api dari lentera itulah yang memicu Kebakaran Besar Chicago tahun 1871. Sebanyak 300 orang tewas, lebih dari 100.000 orang kehilangan tempat tinggal, dan sekitar 3,3 mil persegi wilayah kota hancur lebur.
Apakah itu kandang di gang belakang yang saat itu disebut DeKoven Street atau tidak, kita tahu bahwa sesuatu memicu kebakaran di Chicago, dan kita tahu bahwa kombinasi kekeringan, bangunan berbahan kayu, angin kencang, serta pasukan pemadam kebakaran yang minim—hanya 17 mesin uap yang ditarik kuda untuk seluruh kota—membantu mempercepat kehancuran.
Bagaimana insiden tersebut berkaitan dengan dampak dosa? Sama seperti percikan api yang membakar Chicago, dosa pertama—memakan “buah terlarang” oleh nenek moyang kita—bergema sepanjang milenium, dari satu generasi ke generasi berikutnya, berkembang lebih cepat dan permanen daripada api tersebut.
Penulis Puritan Benjamin Harris, dalam bukunya New England Primer (1690), merangkumnya dengan baik: “Dalam kejatuhan Adam, kita semua berdosa.” Hal itu mengajarkan konsep teologis dasar kepada generasi muda, dan hal itu tetap benar hingga hari ini: Karena dosa Adam, kita memiliki kecenderungan, dorongan, untuk melakukan dosa sendiri. “Percikan” kecil dosa Adam menyulut api yang masih membakar hingga hari ini. Dan bahkan bagi orang Kristen yang setia, praktik dosa yang berulang dapat menyulut kobaran api konsekuensi.
Solusinya bukanlah berjalan-jalan sambil membawa alat pemadam kebakaran. Sebaliknya, kita harus menginternalisasi kebenaran ini. “Hendaklah pikiran yang ada di dalam Kristus Yesus itu ada di dalam kamu” (Filipi 2:5). Dengan tetap dekat dengan Yesus dalam doa dan perbuatan, kita dapat memohon pertolongannya ketika tergoda untuk bermain-main dengan api!
Terapkan:
Ingatlah bahwa kecenderungan kita terhadap dosa bukan hanya kesalahan kita—kita mewarisinya dari Adam. Namun, ingatlah juga bahwa Allah akan menyediakan “jalan keluar” dari setiap godaan jika kita memohon kepada-Nya!
Pelajari Lebih Dalam:
Kejadian 4:8, 23; 6:1–5, 11–13; 1 Korintus 10:13