Disatukan oleh Kasih-Nya
Read Time: 2 min

Chris baru berusia sepuluh tahun ketika ia diculik oleh seorang perawat laki-laki yang pernah merawat pamannya yang sudah lanjut usia. Penculik itu membakarnya dengan puntung rokok, menikamnya dengan pisau es, dan menembaknya, lalu meninggalkannya dalam keadaan sekarat di Everglades. Chris selamat, tetapi peluru yang masuk dari satu pelipis dan keluar dari pelipis lainnya membuatnya buta pada satu mata.
Namun bertahun-tahun kemudian, ketika penculik itu—yang saat itu sudah menjadi seorang lansia buta yang tinggal di panti jompo—mengakui kejahatannya, Chris bereaksi dengan cara yang tidak biasa. Ia pergi menemui pria yang pernah mencoba membunuhnya dan menawarkan persahabatan. Ia mulai mengunjungi pria itu setiap hari dan membacakan Alkitab kepadanya, bahkan membawa putrinya yang masih kecil bersamanya. Chris menyatakan bahwa imanlah yang memampukannya melepaskan rasa dendam dan memaafkan.
Sebagai orang Kristen, kita diminta untuk hidup yang mencerminkan kasih Kristus. Ia memerintahkan kita untuk mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi (Matius 22:37). Namun, hubungan vertikal itu hanyalah salah satu bagian dari persamaan. Ia juga menyertakan hubungan horizontal—hubungan kita dengan sesama—ketika Ia berkata, “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Matius 22:39). Dan kita harus mengasihi semua orang tanpa memandang status sosial, usia, jenis kelamin, ras, atau kebangsaan, dengan mengakui martabat mereka sebagai anak-anak Allah.
Mungkin bagian tersulit dari mengasihi orang lain adalah memaafkan mereka, tetapi hal itu tidak boleh diabaikan. Yesus berkata kita harus “memaafkan orang yang bersalah kepada kita” (Matius 6:12) agar dapat menerima pengampunan Allah. Sebagian besar dari kita bukanlah korban kejahatan yang mengerikan, tetapi terkadang kita mungkin kesulitan memaafkan bahkan pelanggaran kecil.
Bagaimana kita bisa lebih mudah mengampuni? Kuncinya adalah kasih. Kasihlah yang menggerakkan pengampunan yang ditunjukkan Yesus kepada mereka yang menganiaya, menyiksa, dan membunuh-Nya. Dan hanya melalui kasih-Nya yang supernatural di dalam diri kita, kita dapat benar-benar mengampuni orang lain dan hidup dalam kesatuan yang Allah inginkan bagi kita.
Terapkanlah:
Mintalah kepada Yesus untuk mengisi Anda dengan kasih-Nya sehingga Anda siap untuk mengampuni.
Pelajari Lebih Dalam:
Lukas 23:34; Yohanes 17:20, 21; Lukas 10:25–37