Menyatu dengan Tuhan
Read Time: 2 min

“Gantung dia.” Itulah tekanan yang dihadapi Jenderal Douglas MacArthur dari Washington terkait apa yang harus dilakukan terhadap Kaisar Jepang Hirohito atas kejahatan perang yang dilakukannya selama Perang Dunia II. Namun, ketika MacArthur menyaksikan kehancuran total sebuah bangsa yang memuja pemimpin ilahinya, ia menyimpulkan bahwa balas dendam bukanlah keadilan. Alih-alih, ia menggunakan pengaruhnya untuk menempuh jalan rekonsiliasi. Sejarah membuktikan bahwa pembangunan kembali bangsa yang hancur akibat perang ini merupakan sebuah kemenangan.
Ketika Adam dan Hawa berdosa, Allah berhak sepenuhnya untuk membiarkan mereka mati, tetapi sebaliknya Ia mengambil inisiatif untuk mendamaikan dunia dengan diri-Nya. Tuhan tidak menjauh dari Adam dan Hawa, melainkan justru mengejar mereka di taman (Kejadian 3:9). Orang berdosa didamaikan dengan Allah, bukan Allah dengan orang berdosa.
Rencana untuk membawa manusia kembali kepada Allah datang melalui Yesus Kristus. “Jika ketika kita masih musuh, kita telah diperdamaikan dengan Allah melalui kematian Anak-Nya, apalagi sekarang setelah kita diperdamaikan, kita akan diselamatkan oleh hidup-Nya” (Roma 5:10). Kata “penebusan” menangkap persatuan ini dan berarti “bersatu” dalam hubungan yang telah terputus.
Karunia Kristus bagi kita melampaui sekadar membayar hukuman atas dosa-dosa kita. Yesus tentu saja mati sebagai “Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia!” (Yohanes 1:29). Layanan di Bait Suci menegaskan keharusan menyembelih seekor domba kurban. Namun, hal itu juga mengungkapkan pelayanan perantaraan Yesus di Bait Suci surgawi, di mana manfaat dari kurban-Nya yang sempurna memperdalam rekonsiliasi kita dengan Allah.
Penebusan Yesus tidak hanya dilakukan bagi kita, tetapi juga mengubah kita dari dalam untuk menjadikan kita baru di dalam Kristus. Rekonsiliasi bukan sekadar cara untuk menghindari hukuman, melainkan untuk membangun kembali hidup kita sesuai dengan gambar Pencipta kita. “Jadi, jika ada orang yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru; yang lama telah berlalu; lihatlah, segala sesuatu telah menjadi baru” (2 Korintus 5:17).
Terapkanlah:
Apakah Anda sedang berpisah dengan seseorang yang perlu Anda rekonsiliasikan? Berdoalah agar kuasa Allah menuntun jalan menuju damai.
Pelajari Lebih Dalam:
Imamat 4:26; Efesus 1:19–23; Ibrani 9:22