Pemberontakan Pertama

Daily Devotional Audio

Pemberontakan adalah perlawanan terbuka terhadap perintah dari pihak berwenang yang sah. Kata “pemberontakan” berasal dari kata kerja Latin re (“lagi”) dan bell? (“aku berperang”). Seorang pemberontak adalah individu yang ikut serta dalam pemberontakan, biasanya didorong oleh rasa marah atas suatu situasi. Meskipun pemberontakan terkadang bertujuan untuk menghindari kekuasaan, sebuah revolusi bertujuan untuk menggulingkannya.

Terkadang pemberontakan berhasil; terkadang tidak. Pada tahun 1838, suku Cherokee menolak dipindahkan oleh pemerintah AS dan tetap bertahan di tempat mereka. Pasukan federal menghancurkan rumah-rumah mereka dan memaksa mereka pindah ke barat. Lebih dari empat ribu orang Cherokee meninggal dalam perjalanan akibat penyakit dan kelaparan. Perjalanan mereka menjauhi kampung halaman dikenal sebagai Trail of Tears.

Namun, pemberontakan terbesar di alam semesta terjadi ketika Lucifer, seorang malaikat yang melayani di samping Allah, memutuskan bahwa ia ingin menggantikan tempat Allah. Alkitab menjelaskan, “Bagaimana engkau jatuh dari surga, hai Lucifer, anak fajar! Bagaimana engkau terhempas ke tanah, engkau yang melemahkan bangsa-bangsa!” (Yesaya 14:12).

Malaikat yang jatuh ini semula diciptakan sempurna: “Engkau adalah cap kesempurnaan, penuh hikmat dan sempurna dalam keindahan” (Yehezkiel 28:12). Namun, sesuatu berubah dalam pikirannya. “Hatimu meninggi karena keindahanmu; engkau menodai hikmatmu demi kemegahanmu” (ay. 17).

Lucifer tidak ingin menjadi seperti Allah; ia ingin menggantikan tempat Allah. “Engkau telah berkata dalam hatimu: ‘Aku akan naik ke surga, aku akan meninggikan takhtaku di atas bintang-bintang Allah’” (Yesaya 14:13). Lucifer memberontak melawan pemerintahan surga. Itulah langkah pertamanya menjadi Setan, sang musuh.

Pemberontakan Iblis berubah menjadi pemberontakan besar. Ketidakpuasan dan ketidaksetiaannya semakin membesar hingga “terjadilah peperangan di surga” (Wahyu 12:7). Sayangnya, sepertiga dari para malaikat bergabung dengannya dan ia diusir dari surga (ay. 4). Seperti yang akan kita lihat, pemberontakan ini tampaknya berhasil di bumi, tetapi pada akhirnya akan berakhir sebagai jejak air mata bagi mereka yang bergabung dengannya.

Terapkan:

Dapatkah Anda mengingat suatu saat dalam hidup Anda ketika Anda memberontak terhadap suatu otoritas?

Pelajari Lebih Lanjut:

Yesaya 14:12–17; Yehezkiel 28:1–19; Wahyu 12:7–12