Persatuan Surgawi
Read Time: 2 min

Uni Eropa (UE) dianggap oleh sebagian pihak sebagai eksperimen yang gagal. Meskipun UE telah menetapkan tujuan-tujuan mulia—kemudahan penggunaan mata uang tunggal, peningkatan kesejahteraan bersama, dan pengurangan ketegangan politik setelah berabad-abad permusuhan—banyak pihak menyalahkan UE atas pengangguran yang menimpa puluhan juta warga Eropa.
Beberapa ekonom berpendapat bahwa UE harus terintegrasi lebih penuh agar dapat sejahtera, namun peluang terjadinya hal tersebut nyaris mustahil. Membentuk pemerintahan seperti Amerika Serikat akan menjadi lompatan yang terlalu besar. Sebagian besar orang Eropa merasa ngeri membayangkan “Amerika Serikat Eropa.” Mungkin akan lebih baik jika kembali membantu negara-negara di Eropa agar dapat berfungsi secara mandiri.
Beberapa orang Kristen berpikiran sama mengenai gereja. Perbedaan temperamen, budaya, ideologi, dan pandangan teologis—bahkan di dalam denominasi yang sama—membuat para anggota bertanya-tanya apakah jemaat-jemaat yang mandiri akan lebih sejahtera jika berdiri sendiri. Namun Alkitab berkata, “Sebab sama seperti tubuh itu satu dan mempunyai banyak anggota, dan semua anggota tubuh, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula kita, sekalipun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus, dan masing-masing adalah anggota satu sama lain” (Roma 12:4, 5).
Kesatuan gereja merupakan kesaksian yang kuat bagi dunia. Bukan hanya “baik dan menyenangkan” bagi orang Kristen untuk “hidup bersama dalam kesatuan,” tetapi hal itu juga sangat tidak biasa—terutama di mata dunia di mana penegakan hukum sering kali menjadi sarana untuk menciptakan kesatuan.
Ketika orang-orang Kristen hidup dalam kesatuan, pekerjaan gereja menjadi lebih baik dan berkembang. Para anggota menjadi “rekan sekerja Allah” (1 Korintus 3:9), “semua berkata-kata yang sama,” dan “tidak ada perpecahan di antara” para anggota karena masing-masing “bersatu dengan sempurna dalam pikiran yang sama” (1 Korintus 1:10).
Meskipun gereja berjuang untuk mencerminkan karakter Kristus, pada akhirnya hal ini bukanlah eksperimen yang gagal, melainkan keberhasilan ilahi yang dimungkinkan oleh Roh Kudus.
Terapkan:
Pikirkan suatu saat ketika Anda bekerja sama secara erat dengan sebuah tim dalam kesatuan. Apa yang membantu Anda mencapai kesatuan ini?
Pelajari Lebih Lanjut:
Kisah Para Rasul 2:1; 1 Korintus 3:3; Filipi 2:1–3