Pusat Sejati
Read Time: 2 min

Itu merupakan langkah ke arah yang benar. Ketika ahli matematika dan astronom era Renaisans, Nicolaus Copernicus, mengemukakan bahwa planet-planet di tata surya kita tidak berputar mengelilingi Bumi, melainkan mengelilingi Matahari, hal itu merupakan terobosan revolusioner. Sebenarnya, gagasan bahwa Matahari adalah pusat alam semesta (heliosentrisme) dapat ditelusuri kembali ke Aristarchus dari Samos, seorang penulis Helenistik dari abad ke-3 SM.
Sistem Copernicus memiliki beberapa kelemahan, dan dibutuhkan banyak astronom selanjutnya untuk menyempurnakan modelnya—termasuk Tycho Brahe, Johannes Kepler, Galileo Galilei, dan Isaac Newton. Kepler memperkenalkan konsep orbit elips, dan Galilei memberikan bukti pendukung melalui penggunaan teleskop. Galilei juga dipanggil ke Roma pada tahun 1633 dan diadili karena keyakinannya.
Para astronom kemudian, seperti William Herschel dan Friedrich Bessel, membuktikan bahwa matahari bukanlah pusat alam semesta. Untuk lebih tepatnya, Alkitab mengajarkan bahwa Kristus adalah pusat segala sesuatu. “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah, dan Firman itu adalah Allah. Ia ada pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh-Nya, dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup, dan hidup itu adalah terang manusia” (Yohanes 1:1–4).
Perselisihan besar antara Kristus dan Setan dapat dipahami sebagai keinginan iblis untuk menyingkirkan Yesus dari pusat dan menjadikan dirinya sebagai titik fokus alam semesta. Godaan Kristus di padang gurun memperjelas hal ini ketika Setan menyarankan, “Semua hal ini akan Kuberikan kepada-Mu jika Engkau bersujud dan menyembah Aku” (Matius 4:9).
Meskipun iblis ingin agar kita melihat bumi, manusia, atau bahkan gereja sebagai pusat segala sesuatu, hanya di dalam Kristus kita menemukan fokus sejati alam semesta.
Terapkan:
Cari kata heliosentrisme dalam ensiklopedia. Pelajari bagaimana pandangan ini mengguncang beberapa pemimpin gereja.
Pelajari Lebih Dalam:
Lukas 24:25–27; Efesus 4:21; Wahyu 1:8