Roti Abadi
Read Time: 2 min

Butuh delapan belas tukang roti yang bekerja sepanjang malam untuk membuat roti terpanjang dalam sejarah. Dengan menggunakan 2.500 pon tepung, para tukang roti itu membuat roti sepanjang 3.600 kaki—itu setara dengan lebih dari dua pertiga mil! Para pemecah rekor dunia dari Umberto, Italia, tidak kesulitan menentukan apa yang harus dilakukan dengan roti tersebut setelah selesai. Para pembuat roti memotongnya dan menyajikannya sebagai camilan bagi ratusan relawan dan penonton.
Setiap tubuh manusia membutuhkan nutrisi untuk tumbuh dan berfungsi. Makanan rohani yang paling esensial bagi kehidupan manusia adalah Firman Allah. Yesus, yang diidentifikasi sebagai Firman dalam Yohanes 1:1, menyebut diri-Nya sebagai “roti hidup” (Yohanes 6:35). Ia menjelaskan, “Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan pernah lapar.” Kristus menunjukkan nilai Firman Allah saat berjuang melawan musuh dalam godaan di padang gurun. Ia mengutip Kitab Suci tiga kali untuk mengusir setan (Matius 4:1–11).
Bagaimana kita menjadi kuat secara rohani dan tahan terhadap Setan? Melalui studi Alkitab yang pribadi, penuh doa, dan harian, kita mampu menangkis kekuatan kegelapan. “Firman-Mu telah kusimpan di dalam hatiku, supaya aku tidak berdosa terhadap-Mu” (Mazmur 119:11). Sama seperti tubuh kita membutuhkan gizi harian untuk menjaga kesehatan, demikian pula kita harus mengonsumsi Firman Allah setiap hari untuk membangun iman kita.
Yesus begitu mengidentifikasikan firman-Nya dengan kehidupan rohani sehingga Ia pernah menjelaskan, “Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selamanya” (Yohanes 6:58). Orang-orang salah mengartikan bahwa Ia bermaksud agar mereka secara harfiah memakan tubuh-Nya, tetapi Ia menjelaskan, “Firman yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup” (ay. 63). Firman Kristus merupakan roti terpenting dalam sejarah.
Terapkanlah:
Saat Anda makan berikutnya, bersyukurlah kepada Tuhan atas makanan yang terdapat dalam Alkitab—makanan rohani yang membawa kepada hidup yang kekal.
Pelajari Lebih Lanjut:
Keluaran 16:1–36; Ulangan 8:3; Yohanes 6:22–71