Tanggapan Tersedia
Read Time: 2 min

Para pendidik merasa prihatin dengan lamanya waktu yang dihabiskan anak-anak di depan layar, mulai dari televisi hingga ponsel pintar dan tablet. Hal ini disebabkan para peneliti telah menemukan bahwa waktu layar memicu respons biologis yang mirip dengan saat menghadapi bahaya di dunia nyata. Respons ini meliputi detak jantung yang lebih cepat, konsentrasi yang luar biasa, dan kadar gula darah yang lebih tinggi.
Kehidupan Kristus adalah sumber respons iman dan kasih kita kepada Allah. Namun, tidak seperti dampak negatif dari waktu layar yang berlebihan, merenungkan kehidupan Kristus dapat memberi kita kedamaian dan sukacita yang luar biasa.
Mungkin ada saat-saat ketika kita merasa harus memaksakan perasaan dan keputusan religius kita, tetapi Alkitab menjelaskan bahwa bahkan reaksi kita terhadap Allah pun diprakarsai oleh-Nya. Meskipun kita dapat menolak upaya Allah untuk memicu respons positif dari kita, kita semua memiliki kesempatan untuk membiarkan kebaikan Allah menuntun kita kepada-Nya. Bagi Rasul Paulus, hal ini menghilangkan kesempatan untuk membanggakan diri atau merasa superior secara rohani: “Aku berkata, melalui kasih karunia yang diberikan kepadaku, kepada setiap orang di antara kamu, janganlah menganggap dirimu lebih tinggi dari yang seharusnya, tetapi pikirkanlah dengan bijak, karena Allah telah memberikan kepada masing-masing ukuran iman” (Roma 12:3).
Allah menggunakan kehidupan Kristus untuk menginspirasi iman dalam diri kita karena karunia Yesus adalah wahyu yang paling jelas tentang Allah dan kasih-Nya: “Firman itu telah menjadi daging dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, kemuliaan sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran” (Yohanes 1:14). Selain menginspirasi iman kepada Allah, karunia Kristus menumbuhkan kasih dan pertobatan dari dosa di dalam hati kita. Ketika Kristus mati untuk kita, kita melihat puncak dari kehidupan yang penuh kasih dan kebaikan.
Terapkan:
Mainkan permainan di luar ruangan bersama seorang anak.
Pelajari Lebih Dalam:
Roma 2:4; 1 Yohanes 4:19; 1 Korintus 1:30, 31