Teater Kosmik
Read Time: 2 min

Teater modern dapat ditelusuri hingga abad ke-6 di Yunani; teater ini berkembang dari sebuah upacara keagamaan di mana lima puluh orang pria menyanyikan lagu paduan suara untuk dewa Dionysus. Pada tahun 534 SM, Thespis dari Attika menjadi orang pertama yang mengucapkan dialog-dialog individual dalam lagu tersebut. Tak lama kemudian, ia menambahkan narasi dan memerankan adegan-adegan dramatis. Ia begitu berpengaruh sehingga hingga kini kita masih menyebut para aktor sebagai Thespians.
Penonton Yunani kuno menginjak-injak kaki mereka untuk menunjukkan apresiasi kepada para aktor. Aktor Yunani menggunakan topeng besar agar orang-orang yang berada di tempat terjauh dapat mengenali setiap karakter dan apa yang dirasakan oleh karakter tersebut. Topeng-topeng tersebut dibuat dengan bagian mulut bergaya megafon untuk membantu memperkuat suara para aktor.
Panggung akting terbesar di alam semesta adalah bumi, dan para pemainnya terdiri dari seluruh umat manusia. Kita telah “dijadikan tontonan [secara harfiah ‘teater’] bagi dunia.” Kitab Ayub memberi kita sekilas pandangan tentang drama kosmis ini ketika anak-anak Allah datang menghadap Tuhan dan Setan bergabung dengan mereka. Ketika Tuhan bertanya kepada Setan, “Dari mana engkau datang?” (Ayub 1:7), ia menjawab, “Dari berkeliling di bumi dan berjalan bolak-balik di atasnya.”
Pertemuan surgawi ini mengungkapkan wawasan tentang pertempuran besar yang terjadi antara kebaikan dan kejahatan. (Lihat Efesus 6:12.) Planet kita adalah panggung di mana pertempuran besar terjadi antara Kristus dan Setan untuk merebut hati manusia. Kehidupan Ayub secara dramatis menampilkan drama ini atas umat manusia, yang diamati oleh makhluk-makhluk dari dunia lain.
Ketika dosa merusak hubungan antara Allah dan umat manusia (Yesaya 59:2), Yesus datang ke bumi untuk memenangkan kembali hati ciptaan-Nya. Di tengah-tengah kehidupan dan kebangkitan Yesus terdapat kematian Kristus di Kalvari—tindakan utama yang akan mengakhiri konflik universal ini.
Terapkan:
Peran apa yang Anda mainkan dalam konflik besar antara kebaikan dan kejahatan ini?
Pelajari Lebih Dalam:
Ayub 1:6–12; 2:1–10; Ibrani 10:32, 33; 1 Petrus 5:8