Tetap Waspada
Read Time: 2 min

Ayat Alkitab hari ini ditulis dan dibacakan sekitar dua ribu tahun yang lalu, sejak Kristus pertama kali menyampaikan peringatan ini kepada jemaat di Sardis. Karena kita sudah mendekati akhir zaman dan kedatangan Yesus kembali—harapan yang penuh berkat yang diimajikan oleh para orang percaya—betapa tepatnya kata-kata ini berlaku!
Sampai hari yang agung itu tiba, para pengikut Yesus harus waspada dan berjaga-jaga terhadap kejahatan. Sama seperti kereta api yang bisa tergelincir karena rel yang rusak akibat kelalaian atau vandalisme, perjalanan kita menuju surga bisa terhenti ketika kita menyerah pada kejahatan.
Alkitab sering mengingatkan kita untuk berjaga-jaga: “Berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada jam berapa Tuhanmu akan datang” (Matius 24:42). Seorang Kristen harus waspada terhadap jebakan dan rintangan di sepanjang jalan. Meskipun ia telah dikalahkan di Kalvari, Setan masih ingin menjerat mereka yang kehilangan pandangan akan hadiah surgawi. Itulah mengapa Alkitab berkata, “Jagalah hatimu dengan segenap hati, sebab dari situlah timbul segala persoalan hidup” (Amsal 4:23).
Petrus memperingatkan kita, “Berjaga-jagalah dan waspadalah; sebab musuhmu, Iblis, berjalan-jalan seperti singa yang mengaum, mencari siapa yang dapat ditelannya” (1 Petrus 5:8). Hari ini, kita mungkin menggunakan ungkapan, “Tetap waspada.” Mereka yang waspada lebih kecil kemungkinannya untuk tertipu daripada orang yang menganggap segala sesuatunya baik-baik saja dan tidak ada bahaya yang mengintai.
Tentu saja, ini bukan berarti kita harus berjalan-jalan dalam keadaan paranoid, berpikir bahwa semua orang atau segala sesuatu akan melawan kita. Allah mengasihi orang percaya; malaikat-Nya ada di sana untuk membantu. Namun, penting untuk menyadari potensi kejahatan untuk menyusup dan mengambil langkah-langkah untuk melindunginya. “Berjaga-jagalah,” kata Yesus, dan perintah itu sama validnya bagi kita hari ini seperti pada masa Sardis bertahun-tahun yang lalu.
Terapkanlah:
Dengan percaya kepada Yesus dan mengikuti perintah-Nya, Anda telah menerima masa depan kekal yang penuh kebahagiaan dan sukacita. Lindungi hubungan itu dengan tekun seperti Anda melindungi sesuatu yang sangat berharga.
Pelajari Lebih Lanjut:
Mazmur 24:8; Efesus 6:13–15; Wahyu 14:2