Perjalanan ke Kenya Menjadi Kesempatan Pelayanan yang Diatur oleh Tuhan

Perjalanan ke Kenya Menjadi Kesempatan Pelayanan yang Diatur oleh Tuhan

Pendeta Doug Batchelor, presiden Amazing Facts International, semula dijadwalkan untuk menghabiskan satu minggu berkhotbah di Timur Tengah pada musim semi ini. Namun, ketika perang meletus dan tiket pesawatnya dibatalkan, Tuhan membuka pintu bagi pekerjaan penginjilan di Kenya.

Apa yang semula direncanakan sebagai singgah singkat berubah menjadi pelayanan selama seminggu penuh. Pendeta Doug berkhotbah dalam seri Streams of Light: Revived for Mission di Nairobi, Kenya, pada 25–28 Maret 2026, bekerja sama dengan Gereja East Nairobi, dengan kehadiran hingga 1.300 orang. Ia juga berbicara untuk Amazing Facts Center of Evangelism (AFCOE) Afrika, membantu meluncurkan kembali program tersebut di Kenya. Beberapa kesempatan tak terduga untuk penginjilan juga muncul bersama para pendeta lokal, pemimpin Muslim, dan mahasiswa.

“Pertemuan-pertemuan tak terduga itu sangat menggembirakan. Tuhan memberkati.”

“Saya selalu bersemangat dengan peluang-peluang penginjilan,” kata Pendeta Doug, “tetapi pertemuan-pertemuan yang tidak terduga, yang tidak kami duga akan terjadi, sangatlah menggembirakan dalam perjalanan ini. Tuhan memberkati.”

AFCOE Afrika Diluncurkan Kembali

Kesempatan untuk menghabiskan satu minggu penuh di Kenya menjadi dorongan besar pada waktu yang tepat bagi AFCOE Afrika.

AFCOE Afrika pertama kali diluncurkan di Kenya sekitar 10 tahun yang lalu. Ketidakstabilan politik kemudian memaksa program tersebut pindah ke Uganda pada tahun 2018. Namun, pada Januari 2026, Tuhan membuka pintu bagi AFCOE Afrika untuk kembali ke Kenya. Sekelompok mahasiswa baru telah mulai berkeliling di Nairobi untuk mengumpulkan dana biaya sekolah dan mempersiapkan diri untuk pelatihan penginjilan.

“Program AFCOE Afrika sangat kuat,” lapor Pendeta Doug. “Para siswa belajar penginjilan. Mereka pergi dari pintu ke pintu, belajar berkhotbah, dan mengadakan pertemuan penginjilan. Dan Tuhan memberkati pekerjaan mereka dengan banyak orang yang bertobat dan dibaptis.”

Seri Kebangkitan Menginspirasi Para Peserta

Lebih dari 400 orang menghadiri pertemuan kebangkitan Streams of Light setiap malam untuk beribadah, mendapatkan dorongan rohani, dan mendengarkan khotbah penginjilan. Seri ini juga disiarkan secara internasional melalui Hope Channel Kenya dan AWR Nairobi.

Pertemuan Sabat menjadi sorotan utama. Diadakan di halaman Sekolah Penerbangan Afrika Timur di seberang bandara, acara ini menarik lebih dari 1.300 orang yang menjaga Sabat dari seluruh Nairobi. Panitia mengantisipasi hujan lebat dan mendirikan tenda besar di area parkir, namun cuaca tetap cerah.

“Itu adalah hari yang menginspirasi,” lapor Pendeta Doug. “Paduan suara-paduan suaranya luar biasa. Orang-orang di Afrika sangat menyukai Amazing Facts.”

Seminggu Penuh Kejutan Pelayanan

Jadwal Pastor Doug di Kenya jauh lebih padat daripada yang ia perkirakan semula. Ia berbicara dalam ibadah pagi bersama mahasiswa AFCOE, memberikan wawancara kepada Hope Channel Kenya, berbicara kepada mahasiswa teologi di universitas, dan bahkan menikmati safari singkat di Taman Nasional Nairobi.

Kesempatan yang tidak biasa untuk berbagi muncul ketika Pendeta Doug diminta untuk berbicara kepada sekelompok orang tentang hubungan antara umat Kristen dan Muslim. Para pendeta setempat dan peserta Muslim menghargai wawasannya yang diambil dari kisah Ester dan Daniel.

Pertemuan Langka dengan Kaum Muda

Salah satu momen paling bermakna dalam perjalanan ini terjadi menjelang akhir kunjungan, ketika Pendeta Doug diminta untuk berbicara dengan kaum muda di Universitas Nairobi.

“Saya pikir saya hanya akan berbagi kesaksian saya,” kenang Pendeta Doug, “tetapi itu berubah menjadi percakapan selama empat jam dengan para pemuda.”

Pendeta Doug pertama kali bertemu dengan sekelompok kecil pemuda yang menjaga Sabat dan memimpin pelayanan di berbagai kampus universitas. Semangat mereka dalam berbagi iman sangat menular. Kemudian pertemuan berpindah ke auditorium besar. Mahasiswa mulai berdatangan, dan tak lama kemudian, lebih dari 500 orang hadir. Mereka mendengarkan dengan seksama saat Pendeta Doug berbagi kesaksiannya tentang menjadi penjaga Sabat. Beberapa paduan suara membawakan lagu sebelum mahasiswa mulai mengajukan pertanyaan.

Para pemuda itu mengajukan pertanyaan-pertanyaan mendalam tentang isu-isu yang sangat membebani hati mahasiswa, termasuk perhiasan, kencan, pernikahan, dan pantang. Pendeta Doug menjawab dengan humor khasnya serta nasihat Alkitabiah yang jujur. Pertemuan yang diperpanjang itu menjadi salah satu contoh paling jelas tentang bagaimana Tuhan membuka pintu melalui perubahan keadaan sepanjang minggu itu.

Pemanduan Tuhan dalam Hal yang Tak Terduga

Tuhan mengubah perjalanan ke Kenya menjadi jauh lebih dari sekadar rencana cadangan. Minggu penuh dengan peluang yang dianugerahkan—di antara para pendeta, mahasiswa AFCOE, jemaat gereja, dan pemuda yang mencari jawaban Alkitabiah—sekali lagi membuktikan bahwa ini adalah pekerjaan Tuhan dan bahwa Dia tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan untuk menjangkau orang-orang dengan Injil.

Pendeta Doug merangkum pengalaman tersebut dengan prinsip pelayanan yang sederhana: “Dalam tinju, mereka mengatakan bahwa Anda harus masuk dan melakukan apa yang Anda bisa saat Anda bisa. Kami mencoba melakukan hal itu dalam pelayanan kami.”

\n