Bagaimana dengan Hiburan Kristen?

Bagaimana dengan Hiburan Kristen?

T. Apa saja prinsip-prinsip Alkitab yang harus diikuti dalam hal hiburan?

J. Ini adalah pertanyaan yang sangat relevan saat ini, terutama jika kita mempertimbangkan bahwa dengan munculnya internet, ponsel pintar, papan iklan animasi, dan TV HD, orang pada umumnya harus menghadapi banjir iklan hiburan setiap hari. Belum pernah ada masa dalam sejarah di mana indra orang Kristen diserang oleh media duniawi sebanyak yang terjadi pada abad ini.

Kita perlu menyadari bahwa standar Alkitab sangat tinggi. Dalam Filipi 4:8, tertulis, “Segala sesuatu yang suci, segala sesuatu yang mulia, segala sesuatu yang baik … pikirkanlah hal-hal itu.”

Jika Anda menerapkan kriteria ini pada apa yang Anda tonton, baca, dan dengar, Anda akan mengikuti nasihat terbaik yang tersedia. Apakah pilihan hiburan Anda mengangkat? Apakah mulia? Apakah benar? Inilah beberapa ujian yang Paulus terapkan mengenai cara kita menentukan apa yang kita pikirkan dan apa yang kita biarkan masuk ke dalam pikiran kita.

Raja Daud menulis, “Aku tidak akan membiarkan hal-hal yang jahat berada di hadapan mataku” (Mazmur 101:3). Ketika kita mengikuti ini sebagai pedoman, kita lebih cenderung memilih aktivitas yang menumbuhkan buah-buah Roh dalam hidup kita.

Tentu saja, semua orang Kristen menyadari bahwa berbohong, membunuh, mencuri, atau berzina adalah dosa, tetapi entah bagaimana, ketika kita terhibur dengan menonton atau membaca tentang orang lain yang melanggar perintah-perintah ini, kita berhasil membenarkan bahwa itu boleh-boleh saja. Benarkah?

Paulus mengatakan bahwa “hukuman yang adil dari Allah” akan menimpa mereka yang tidak hanya melakukan hal-hal ini, tetapi juga mereka yang “menyetujui mereka yang melakukannya” (Roma 1:32 NKJV). Dengan kata lain, banyak orang Kristen memilih untuk berdosa secara tidak langsung dengan terhibur oleh dosa-dosa orang lain, baik yang nyata maupun yang dibayangkan.

Tidak ada yang bisa lolos dari kebenaran bahwa kita diubah oleh apa yang kita lihat. “Tetapi kita semua, dengan wajah yang tidak tertutup, memandang kemuliaan Tuhan seperti dalam cermin, dan kita diubah menjadi gambar yang sama, dari kemuliaan ke kemuliaan, sebagaimana oleh Roh Tuhan” (2 Korintus 3:18 NKJV). Saat kita beribadah dan memandang Yesus, kita menjadi seperti-Nya. Saat kita beribadah dan memandang dunia, kita akan menjadi seperti dunia.

Pada akhirnya, inilah intinya. “Apa yang akan Yesus lakukan?” Apa yang akan Dia tonton, apa yang akan Dia baca, dan apa yang akan Dia dengarkan?

Jika Dia tiba-tiba masuk ke kamar Anda, apakah Anda akan segera mengganti saluran, menyembunyikan novel itu di bawah bantal, atau menghapus riwayat penelusuran browser Anda? Sebenarnya, Dia dan para malaikat-Nya ada di sana sekarang, jadi ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang sangat baik untuk ditanyakan pada diri sendiri dalam setiap situasi.

Seorang Kristen adalah pengikut Kristus, jadi teladan Yesus harus menjadi yang utama dalam pikiran dan hati kita. Satu-satunya cara untuk benar-benar mengetahuinya adalah dengan belajar untuk mengenal-Nya lebih baik melalui Alkitab Anda. “Hendaklah pikiran yang ada di dalam Kristus Yesus itu ada di dalam kamu” (Filipi 2:5 NKJV).

\n