Cinta yang Mengubah
Orang-orang mengatakan banyak hal tentang Tuhan.
Mereka mengaitkan banyak peristiwa kepada-Nya, sebagian di antaranya baik, dan sebagian lainnya buruk. Industri asuransi menganggap segala sesuatu yang bersifat bencana sebagai “tindakan Tuhan.”
Namun, Alkitab menggambarkan karakter Tuhan dengan sangat jelas, mulai dari awal penciptaan, hingga akhir ketika orang-orang benar diselamatkan. Siapakah Tuhan yang diungkapkan dalam Alkitab, dan seperti apakah Dia? Mari kita cari tahu!
Q. Siapakah tokoh utama dalam Kitab Suci?
- “Para nabi telah menyelidiki dan meneliti dengan tekun, … Mencari tahu apa, atau masa seperti apa yang dimaksudkan oleh Roh Kristus yang ada di dalam diri mereka, ketika Roh itu sebelumnya bersaksi tentang penderitaan Kristus dan kemuliaan yang akan menyusulnya” (1 Petrus 1:10, 11).
Dari Kitab Kejadian hingga Kitab Wahyu, Alkitab mengungkapkan Yesus. Dia menciptakan dunia (Yohanes 1:1–3, 14; Kolose 1:13–17), menulis Sepuluh Perintah Allah (Nehemia 9:6, 13), adalah Allah bangsa Israel (1 Korintus 10:1–4), dan membimbing tulisan-tulisan para nabi (1 Petrus 1:10, 11). Yesus Kristus adalah tokoh utama dalam Kitab Suci.
Q. Bagaimana sikap Yesus terhadap umat manusia?
- “Karena Allah begitu mengasihi dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:16).
Yesus mengasihi kita semua dengan kasih yang tak terlukiskan, tak pernah gagal, dan melampaui akal budi.
T. Mengapa kita harus mengasihi Yesus?
- “Kita mengasihi Dia, karena Dia lebih dahulu mengasihi kita” (1 Yohanes 4:19). “Ketika kita masih berdosa, Kristus telah mati untuk kita” (Roma 5:8).
Dia layak dicintai dalam banyak hal. Dia menciptakan kita. Dia menopang kita. Dia menolong kita dalam cobaan-cobaan kita. Dia bersukacita atas kemenangan-kemenangan kita. Namun, alasan terpenting untuk mengasihi-Nya adalah karena Dia mengasihi kita sedemikian rupa hingga rela mati bagi kita—ketika kita masih menjadi musuh-Nya.
Yesus menawarkan kehidupan yang indah sebagai bagian dari hubungan kasih.
- “Jika kamu menuruti perintah-perintah-Ku, kamu akan tetap berada dalam kasih-Ku; … Hal-hal ini telah Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada padamu, dan sukacitamu menjadi penuh” (Yohanes 15:10, 11).
Menyelamatkan kita saja tidak cukup. Dia juga menginginkan kedamaian dan sukacita bagi kita semua, dan Dia menawarkan kehidupan itu kepada kita jika kita bersedia berjalan bersama-Nya.
- “Aku datang supaya mereka memiliki hidup, dan memiliki [hidup] yang berkelimpahan” (Yohanes 10:10).
Iblis mengklaim bahwa mengikuti Yesus itu membosankan, hambar, merendahkan, dan legalistik. Namun Yesus berkata bahwa hal itu membawa sukacita yang penuh (Yohanes 15:10, 11) dan hidup yang lebih berlimpah (Yohanes 10:10). Mempercayai kebohongan iblis membawa kesedihan dan merampas kehidupan yang “benar-benar hidup” dari orang-orang.
Ada begitu banyak hal yang dapat dipelajari tentang topik yang menginspirasi dan membangkitkan semangat ini …
Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang kasih Yesus dan hubungan yang Dia inginkan dengan Anda, lihat Panduan Belajar kami,
Cinta yang Mengubah.
(atau tonton videonya di sini.)
\n