Bisikan Perang

Bisikan Perang

Krisis Krimea yang mengkhawatirkan terus mendominasi berita utama. Akankah perselisihan internasional antara Rusia dan Ukraina ini meningkat menjadi pertempuran berskala besar? Adakah preseden profetis untuk konflik yang mungkin terjadi ini?

Setelah Presiden Ukraina Viktor Yanukovich dimakzulkan oleh parlemen Ukraina pada Februari 2014, pemerintah Rusia berargumen bahwa langkah tersebut ilegal dan mengabaikan pemerintahan Yatsenyuk yang baru, yang diakui oleh negara-negara Barat. Pada akhir Februari, pasukan Rusia secara bertahap mengambil alih Semenanjung Krimea, merebut gedung-gedung pemerintah, dan kini mengendalikan semua pangkalan militer Ukraina. Meskipun ada penolakan internasional yang kuat, parlemen Krimea telah menyetujui kemerdekaannya dari Ukraina dan meminta untuk bergabung dengan Federasi Rusia. [1]

Apa yang akan terjadi selanjutnya? Pasukan Rusia kini sedang mengumpulkan kekuatan di perbatasan Ukraina. Para analis percaya bahwa tantangan ekonomi untuk mempertahankan Krimea, yang sangat bergantung pada Ukraina, menunjukkan bahwa langkah Rusia lebih berkaitan dengan kontrol daripada uang. Apakah tentara akan melintasi perbatasan dan menyerang Ukraina, atau apakah mereka hanya melakukan “latihan militer”? Hal ini disebut sebagai “pernyataan kosong” oleh banyak pemimpin Ukraina. Akankah negara-negara Barat turun tangan dan membantu mengusir mereka?

Beberapa pelajar Alkitab meyakini Rusia akan menjadi salah satu penyerang yang menyerang tanah Israel secara harfiah menurut tafsir Yehezkiel 38. Mereka melihat Iran, Ethiopia, Libya, Turki, dan negara-negara Islam lain yang pernah terikat dengan Uni Soviet ikut serta dalam perang “Gog dan Magog” ini. Yang lain menghubungkan konflik ini dengan Wahyu 6 dan masa kesengsaraan, sementara yang lain lagi menerapkannya pada pertempuran Armageddon.

Banyak orang memusatkan perhatian pada Yerusalem, tetapi apakah kita harus melihat ke sana untuk memahami nubuat Alkitab? Apakah nubuat akhir zaman dalam Kitab Suci mengenai Israel berbicara tentang bangsa Yahudi secara harfiah, atau adakah aplikasi rohani yang lebih dalam? Orang-orang salah memahami kata-kata Kristus 2.000 tahun yang lalu (lihat Lukas 17:20, 21). Hal itu akan terjadi lagi.

Fokus pada Israel secara harfiah adalah skema palsu Setan untuk mengalihkan pandangan kita dari kebenaran yang lebih dalam dalam nubuat. Fokus harfiah yang populer ini gagal memahami pertempuran sejati yang sedang terbentuk antara organisasi-organisasi keagamaan dan pemerintah-pemerintah dunia ini. Ini bukanlah konflik antar bangsa, melainkan aliansi kekuatan yang dipimpin oleh musuh untuk menghancurkan sisa umat Allah. Bukan Israel fisik yang harus kita perhatikan, melainkan Israel rohani, yaitu mereka yang adalah anak-anak Abraham karena iman (Galatia 3:28, 29).

Yesus berkata, “Kamu akan mendengar tentang perang dan desas-desus perang. Janganlah kamu gelisah; sebab semua hal ini harus terjadi, tetapi akhir zaman belum tiba” (Matius 24:6). Tentu saja, hidup di negara yang dilanda perang di ambang pintu adalah hal yang mengkhawatirkan, dan kita harus berdoa untuk teman-teman kita di Ukraina. Namun, kita tidak boleh khawatir bahwa insiden ini akan menandai dimulainya peristiwa-peristiwa akhir dalam sejarah bumi. Setan bekerja dengan licik untuk menyesatkan seluruh dunia mengenai peristiwa-peristiwa akhir yang sebenarnya. Jangan tertipu oleh bisikan-bisikan perang.

Untuk melihat lebih dekat apa yang Alkitab katakan tentang Gog dan Magog, klik di sini. Jika Anda ingin membaca lebih lanjut tentang Israel rohani, klik di sini. Untuk menonton dokumenter Peristiwa Akhir, klik di sini.

\n