Acara Sanctuary dari Amazing Facts Menginspirasi Ribuan Orang

Acara Sanctuary dari Amazing Facts Menginspirasi Ribuan Orang

Pada tanggal 2 hingga 4 April, para pelajar Alkitab berkumpul di kampus Amazing Facts International W.O.R.D. di Granite Bay, California, untuk mengikuti pengajaran yang menginspirasi dan menggugah pikiran mengenai hubungan antara bait suci Yahudi kuno dan rencana keselamatan Allah—serta apa artinya semua itu bagi umat Kristen yang hidup di dunia yang penuh gejolak saat ini.

“Amazing Sanctuary: A Most Holy Place Experience” mempertemukan para pembicara dari Amazing Facts, Weimar Institute, dan Secrets Unsealed untuk menjelaskan makna sebuah baitsuci kuno yang telah lama terlupakan dalam teologi Kristen—namun masih menyimpan rahasia-rahasia yang kuat untuk diungkap, tidak hanya tentang masa depan, tetapi juga mengenai peran penyelamatan Yesus sebagai Anak Domba Allah. Sesuai dengan konteksnya, seminar ini diadakan pada akhir pekan ketika dunia Kristen memperingati kematian, pemakaman, dan kebangkitan Kristus.

Pendeta Doug Batchelor, presiden Amazing Facts International dan salah satu pembicara acara, mengatakan bahwa seri Amazing Sanctuary dirancang sebagai “studi yang menarik tentang Kemah Suci Allah, sebuah perjalanan yang membentang dari Kitab Kejadian hingga Kitab Wahyu, namun yang jarang dilakukan oleh umat Kristen di dunia saat ini. “Selain presentasi saya sendiri, saya juga sangat senang melihat bagaimana para pembicara kami menyoroti aspek baru dari struktur indah ini, yang diciptakan oleh Allah untuk membantu kita memahami rencana keselamatan.”

Amazing Sanctuary speakers

Pembicara lain dalam acara ini antara lain: Pendeta Jëan Ross, wakil presiden bidang penginjilan; Pendeta Carlos Muñoz, direktur Amazing Facts Center of Evangelism; Daniel Hudgens, penginjil Amazing Facts; Pendeta Stephen Bohr dan James Rafferty dari Secrets Unsealed; serta pendeta kampus Weimar Institute, Don Mackintosh.

Selain presentasi langsung di Gereja Advent Hari Ketujuh Granite Bay Hilltop, puluhan ribu orang menonton program tersebut melalui siaran langsung di Facebook, YouTube, dan Vimeo selama tiga hari. Panggung dihiasi dengan replika altar dari tempat suci, serta meja roti sajian dan kandil. Di layar video di belakang para pembicara, ditampilkan gambar tabut perjanjian, yang terletak di tempat maha kudus dari tempat suci. Ryan Hoover, seorang misionaris Amazing Facts, memanfaatkan janggutnya dan mengenakan pakaian tradisional imam besar, yang menambah pengalaman nyata dari acara tersebut.

Amazing Sanctuary media team

Pendeta Doug juga menambahkan, “Acara ini terasa seperti semacam peresmian besar bagi W.O.R.D. Center,” sambil mencatat bahwa pandemi 2020 dan penutupan yang diakibatkannya telah menyulitkan penggunaan fasilitas yang secara khusus dibangun untuk menyelenggarakan program-program berkualitas tinggi dan diminati seperti ini. “Sambil mendukung misi gereja Allah di hari-hari terakhir, saya percaya program ini, dan program lain yang telah kami rencanakan, akan menjangkau orang-orang Kristen dari berbagai latar belakang dan menjadi sumber daya penginjilan yang kuat untuk tahun-tahun mendatang.”

Acara ini juga menandai peluncuran Amazing Sanctuary: Preparation for the Most Holy Place Experience, sebuah buku pelajaran Alkitab selama 13 minggu yang dirancang untuk sekolah Alkitab gereja, kelompok kecil, dan individu agar dapat lebih memahami Firman Tuhan. Buku ini dapat dipesan di afbookstore.com.

******

Tim di Amazing Facts International ingin mengambil waktu sejenak untuk mengucapkan terima kasih kepada para pendukung kami, yang tidak hanya membuat acara Amazing Sanctuary: A Most Holy Place Experience menjadi mungkin, tetapi juga berkorban untuk membangun W.O.R.D. Center, sebuah kompleks multimedia yang berfungsi sebagai kantor, tempat ibadah, dan pelatihan, yang akan digunakan untuk menciptakan dan menyiarkan program-program serupa di masa mendatang, semua demi membangun Kerajaan Allah yang kekal bersama orang-orang beriman yang teguh. Pendeta Doug menjelaskan, “Saya bersyukur kepada Tuhan kita, melalui siapa segala sesuatu menjadi mungkin, atas pemeliharaan dan kasih karunia-Nya, serta atas dukungan doa dari banyak teman kami, yang telah membantu membangun pusat penginjilan ini sehingga pesan-Nya dapat menjangkau lebih jauh daripada sebelumnya.”

\n